Kali ini kita mau ngomongin perbandingan kurikulum pendidikan antara Singapura dan Indonesia. Kebetulan, dari tanggal 11 Juli-21 Juli lalu sekolah kita, SMA Cakra Buana, Depok, mengadakan pertukaran pelajar sama satu sekolah di Singapura, Juying Secondary School. Ini dalam rangka Twinning Program (penjelasannya di artikel yang satu lagi ya).
Kurikulum pendidikan Singapura ternyata enggak beda-beda banget dari kurikulum pendidikan di Indonesia. Mereka juga punya ujian nasional alias UN bagi semua siswa setiap akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Bedanya, jenjang pendidikan di Singapura itu agak belibet.
Anak-anak di Singapura masuk ke dunia pendidikan formal mulai dari tingkat TK lanjut ke SD (primary school) selama 6 tahun. Setelah itu mereka masuk SMP-SMA (secondary school) selama 5 tahun, lalu ke tingkat persiapan menuju kuliah (centralised institute atau junior colleges) 3 tahun, baru masuk universitas (university).
Akan tetapi, lama seseorang menyelesaikan pendidikan di setiap jenjang setelah SD itu berbeda- beda. Karena setiap anak dimasukkan ke kelas sesuai dengan kemampuan masing-masing, ada 3 kelas di jenjang secondary school, antara lain Express, Normal Academic dan Normal Technical.
Express merupakan tempat buat siswa pinter. Nah, bagi anak-anak kelas Express, mereka bisa menyelesaikan secondary school selama 4 tahun. Ini juga kalo mereka lulus ”O” Level Test Singapura.
Kalo Normal Academic itu, sebelum mereka masuk ke kelas 5, pada tahun ke-4 harus ngerjain ujian nasional ”N” level tes buat naik kelas. Setelah mereka melewati kelas 5, ada ujian nasional lagi yang namanya ”O” Level Test.
Untuk kelas Normal Technical, bisa disamain sama SMK. Jadi, setelah mereka lulus secondary school, mereka bisa lanjutin ke Institute of Technical Education selama dua tahun, atau sekolah lanjutan buat mereka yang mau nerusin ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, Polytechnic (kalau mau dapetin diploma), bisa juga langsung kerja.
Pelajaran yang mereka dapet juga gak beda-beda banget sama kita di Indonesia, misalnya Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, Seni, juga pelajaran yang namanya Mother Tongue Language atau pelajaran bahasa sesuai bahasa ”ibu” mereka. Ini secara Singapura kan salah satu negara multirasial. Misalnya, mereka yang orang Melayu akan mempelajari bahasa Malay, bagi mereka yang Chinese bisa belajar bahasa Mandarin, mereka yang berasal dari India akan mempelajari bahasa Tamil. Nah, hampir semua mata pelajaran itu diujikan dalam ”O” Level Test alias UN versi Singapura.
http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/01/05332920/pendidikan.versi.singapura
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar